Home » » Tentang Kayu Salib Yesus

Tentang Kayu Salib Yesus

Tentang Kayu Salib Yesus


Pertanyaan:

Shalom Pak Stef & Bu Ingrid,
Saya punya satu pertanyaan (yang agak melenceng) mengenai SALIB (kayu) yang di pikul oleh Yesus sampai pada ajalnya itu, apakah ada catatan atau tulisan dimana SALIB (kayu) itu berada? Apakah ada disimpan atau sudah hancur/lapuk?
Maaf sekali lagi, dan thanks. GBU
Simon

Jawaban:

Shalom Simon,
Kisah tentang salib Tuhan Yesus, adalah sebagai berikut: (Sumber: New Advent Catholic Encyclopdia):
Pada tahun 326, ibu dari Kaisar Konstantin, yang bernama  St. Helena (80 thn) melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk membersihkan daerah kubur Yesus. Ia menerima wahyu bahwa ia akan menemukan kubur Yesus, dan Salib-Nya. Tugas ini dilakukan dengan bantuan dari St. Macarius, uskup di kota itu. Orang-orang Yahudi menyembunyikan Salib Yesus di semacam sumur dan ditimbuni oleh batu-batu, agar para beriman tak dapat menghormati Salib itu. Hanya sedikit orang Yahudi yang mengetahui tempat Salib itu dikuburkan, salah satunya bernama, Yudas, yang didorong oleh inspirasi ilahi, menunjukkan kepada para penggali letak dari Salib itu. Yudas ini kemudian menjadi seorang Santo, dengan nama Cyriacus.
Dalam penggalian terdapat tiga salib yang ditemukan. Menurut salah satu tradisi, untuk menentukan yang mana dari salib itu adalah Salib Tuhan Yesus, maka konon St. Macarius memerintahkan ketiga salib itu untuk dibawa ke sisi tempat tidur seorang perempuan yang sakit parah dan hampir meninggal. Persentuhan dengan kedua salib itu,  tidak memberikan akibat apapun kepada perempuan itu, sedangkan persentuhan dengan salib yang ketiga di mana diyakini sebagai Salib Kristus, mengakibatkan perempuan tersebut langsung sembuh. St. Helena-pun mengenali salib yang ketiga ini sebagai Salib Kristus melalui mukjizat: yaitu dengan menyentuhkan Salib Kristus ini dengan seorang pria yang telah wafat, dan ia dapat hidup kembali. Hal ini dituliskan dalam surat St. Paulinus kepada Severus, tertulis dalam Breviary di Paris. Namun demikian, menurut tradisi St. Ambrose, Salib Kristus dikenali di antara tiga salib itu, sebab terdapat naskah yang masih terpaku disana (yang bertuliskan INRI tersebut).
Setelah penemuan ini, maka St. Helena dan Konstantin membangun sebuah basilika yang megah di Kubur Yesus yang Kudus (Holy Sepulchre). Tepat di tempat ditemukannya Salib itu, dibangun sebuah atrium basilika. Sebuah bagian dari Salib Kristus ini tetap berada di Yerusalem, yang diselubungi relikwiari dari perak; sedangkan bagian lainnya, dengan paku-pakunya dikirim kembali ke Kaisar Konstantin, dan bagian inilah yang kemudian diletakkan di dalam patung Konstantin yang berada di Konstantinopel. Paku-paku yang lain kemudian disimpan di ketedral Monza.
Referensi tertulis yang paling awal tentang Salib ini diperoleh dari St. Cyril dari Yerusalem dalam tulisannya “Catecheses” (P.G., XXXIII, 468, 686, 776) yang ditulis tahun 348, sekitar 20 tahun setelah Salib ini ditemukan oleh St. Helena. Salib ini kemudian sempat dibawa lari oleh Raja Persia, Chosroes (Khusrau), yang dikalahkan oleh Raja Heraclius II. Kemudian Salib ini dibawa dalam kemenangan ke Konstantinopel dan pada tahun 629 ke Yerusalem. Namun kemudian, Heraclius dikalahkan oleh kaum muslim dan tahun 647 Yerusalem ditaklukkan oleh mereka.
Pada tgl 14 September 1241, St. Louis dari Perancis membawa fragment dari Salib Suci ini yang diterimanya dari Templars. Fragmen ini lolos dari penghancuran di jaman revolusi dan masih disimpan di Paris. Terdapat juga bagian Salib yang lain berserta dua buah paku, yang diberikan oleh Ratu Anna Gonzaga kepada biaraSaint-Germain-des-Prés. Segera setelah ditemukannya Salib Yesus ini, maka kayunya dipotong-potong menjadi relikwi dan disebarkan ke seluruh dunia. Hal ini kita ketahui dari tulisan-tulisan dari St. Ambrosius, St. Paulinus Nola, Sulpicius Severus, Rufinus, dst. Banyak bagian disimpan di Santa Croce di Gerusalemme, Roma, dan di Notre Dame, Paris (cf. Rohault de Fleury, “Mémoire”, 45-163; Gosselin, Notice historique sur la Sainte Couronne et les autres Instruments de la Passion de Note-Dame de Paris”, Paris, 1828; Sauvage, “Documents sur les reliques de la, Vrai Croix“, Rouen, 1893).
Penyebaran bagian-bagian dari kayu Salib Yesus ini menyebabkan dibuatnya sejumlah besar salib-salib, sejak dari abad ke-4 dan seterusnya, dan banyak di antaranya masih ada sampai sekarang. Sejak abad awal inilah maka dimulai devosi untuk menghormati salib pada hari Jumat Agung, yang dimaksudkan bukan untuk menghormati kayu salib, tetapi untuk menghormati Yesus yang pernah tergantung di kayu salib itu.
Baru-baru ini dibuka perbendaharaan di Sancta Sanctorum dekat Lateran, dimana disimpan benda-benda yang berkaitan dengan kayu Salib Suci, yang memberikan pengetahuan tentang salib-salib yang mengandung partikel kayu Salib Yesus itu, dan gereja-gereja yang dibangun di abad ke-5 dan 6 untuk menghormatinya. Benda yang terkenal yang ditemukan adalah salib votive dari abad ke 5, yang padanya terpasang batu-batu permata,kotak kayu berbentuk salib dengan penutup geser yang bertuliskan, “terang dan hidup” dan salib yang diberi ornamen enamel cloisonnes . Salib votive adalah benda yang paling penting sebab ini berasal pada masa yang sama dengan salib di jaman Justin II yang disimpan di basilika St. Petrus, yang mengandung relikwi dari Salib Suci yang dipasang di batu permata. Ini diyakini sebagai salib yang tertua dalam bentuk logam berharga (De Waal in “Römische Quartalschrift”, VII, 1893, 245 sq.; Molinier, “Hist. générale des arts; L’orfèvrerie religieuse et civile”, Paris, 1901, vol. IV, pt. I, p. 37).
Salib ini yang mengandung relikwi Salib Suci pertama kali ditemukan oleh Paus Sergius I (687-701) di sakristi basilika St. Petrus (cf. Duchesne, Lib. Pont., I, 347, s.v. Sergius) yang disimpan di kotak perak yang terkunci.
Demikian sekilas tentang kayu Salib Yesus. Untuk selengkapnya silakan anda membaca di link ini, silakan klik
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org
Ditulis oleh Ingrid Listiati pada 20 08 09 Disimpan dalam TJ: Devosi, TJ: Sejarah Gereja, Tanya-Jawab. Anda dapat mengikuti pesan-pesan di artikel ini melalui RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan pesan atau trackback di artikel ini

21 komentar untuk “Tentang Kayu Salib Yesus”

  1. 10
    Joan Heru says:
    Syaloom….
    Kalo boleh saya menanyakan..mungkin ini tidak berhubungan langsung dengan salib, tetapi ada hubungan dengan kematian Yesus juga , konon saya denganr bahwa tombak yang digunakan untuk menusuk Yesus juga pernah ditemukan..apa benar?..pernah ada rumor bahwa Hitler jaya dikarenakan mempunyai tombak tersebut.dan mulai kalah ketika dia kehilangan tombak..karena dicuri..oleh sipa saya kurang tahu..apa benar ya rumor tentang hal tersebut..terimakasih..mohon tanggapannya
    • 10.1
      Shalom Joan Heru,
      Silakan anda klik di Wikipedia, dengan kata kunci Holy Lance, jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini. Dikabarkan di sana bahwa menurut Trevor Ravenscroft, Hitler berusaha mendapatkan tombak yang digunakan untuk menusuk Yesus, demikian:
      Trevor Ravenscroft’s 1973 book, The Spear of Destiny[14] (as well as a later book, The Mark of the Beast[15]), claims that Adolf Hitler started World War II in order to capture the spear, with which he was obsessed. At the end of the war the spear came into the hands of US General George Patton. According to legend, losing the spear would result in death, and that was fulfilled when Hitler committed suicide.
      Namun hal itu hanya merupakan legenda modern, yang memang memerlukan pembuktian lebih lanjut, sebab terdapat juga beberapa versi, seperti juga menurut Richard Wagner dan Howard Buechner.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org
  2. 9
    lucia says:
    syalom pak stef dan bu inggrid.
    bolehkah saya memberi kesaksian tentang salib yesus?
    trims sebelumnya.
    …waktu anak saya meninggal krn sakit dss, namanya maria, usianya 3 th…ketika dia dijemput saya melihat tangan maria menggapai ke arah salib… dan ‘yang datang itu’ berjalan maju sekitar lima langkah sehingga anak saya berseru “saliiim” itu istilahnya bila menyalami tangan suster atau pastur yg ditemui sehari-harinya. lalu spt ada yg membimbing anakku berdoa dan bernyanyi lagu merdu dlm bahasa yg tak termengerti sebelum meninggalnya dlm gendongan saya dia berkata “aku ada dimana?” sambil melihat ke arah bawah, lalu dia berseru YESUS…,MARIA…
    Itulah kesaksian saya mengenai salib, salib adalah benda sangat suci yg merupakan jalan dan pintuNya bagi kita….
  3. 8
    vyerly says:
    dalam Islam saya lihat semuanya diatur dengan tertib. baik arah mesjidnya, bacaan sembahyang nya, dan juga gerakan sembahyangnya. tapi kok Vatikan g mau atur arah gerejanya ya. dan masing -masing gereja pun punya gaya dan doa tersendiri.
    saya pikir, kalau tuhan mau ampuni dosa umatnya, tinggal diampuni, ya sudah, selesai. lalu suruh rajin beribadat. .tapi kok pakai rela disalib pula agar dosa umatnya diampuni???? ntar banyak pula orang tua yang mau di salib agar dosa-dosa anaknya yang sangat dia sayangi dapat diampuni
    • 8.1
      Shalom Vyerly,
      Terima kasih atas komentarnya. Untuk beberapa arsitektur Islam, anda dapat melihat contoh beberapa masjid di beberapa negara di sini – silakan klik, yang juga terlihat beradaptasi dengan arsitektur lokal. Tentang bangunan Gereja Katolik, terlihat juga beragam. Namun, sebenarnya, ada petunjuk dari Vatican, seperti letak tabernakel, dll. Dan memang hal ini, perlu diperketat, sehingga bangunan Gereja Katolik dapat mencerminkan karakteristik Gereja Katolik. Tentang liturgi, sebenarnya kalau anda pernah menghadiri Misa di beberapa daerah di Indonesia, maka mereka sebenarnya mempunyai susunan yang sama, hanya dengan bahasa lokal. Kalau misa di luar negeri, maka kita juga akan melihat struktur misa yang sama, dengan bahasa yang berbeda. Hal ini sebenarnya mencerminkan keindahan dari perayaan liturgi. Dan di seluruh dunia, Gereja Katolik mempunyai pengajaran yang sama. Jadi persatuan dalam memuji Allah dalam liturgi, juga didukung dengan persatuan dalam pengajaran dalam dogma dan doktrin.
      Kalau anda ingin berdiskusi tentang mengapa keselamatan harus melalui peristiwa salib, maka silakan anda membaca artikel “kesempurnaan rencana keselamataan Allah” di sini – silakan klik. Setelah membaca artikel tersebut, maka anda dapat memberikan argumentasi atau sanggahan.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org
    • 8.2
      didiktarsisius says:
      Maaf Vyerly, pikiran anda dalam memahami agama sangat berbeda dengan kami yang mengimaninya. kami tidak mengandai andaikan seperti pemikiran manusia, Pikiran Roh Kuduslah ynag ada di hati kami. Rancangan Tuhan berbeda dengan rancangan manusia.
  4. 7
    septiyana says:
    saya mendengar bahwa salib tuhan berada di ka’bah saudi arabia apakah desas desus itu memeng benar dan kenapa bisa ada disana??????????
    • 7.1
      Shalom Septiyana,
      Mohon maaf kami di sini tidak ingin mengomentari sesuatu yang merupakan desas desus. Terus terang kami tidak mengetahui hal yang anda tanyakan. Silakan bertanya kepada yang lebih mengetahui tentang ini.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid & Stef- katolisitas.org
  5. 6
    fxe says:
    bu Ingrid;
    kenapa ya — sejauh saya tahu — Vatikan masih belum mengeluarkan sikap resmi:
    relikui itu otentik (kain Yesus) atau tidak otentik…
    padahal belum ada relikui lain yg begitu di-kritis-i spt kain Turin ini,
    tetapi Gereja berani menyatakan itu otentik.
    • 6.1
      Shalom fxe,
      Saya rasa, kemungkinan alasannya karena pada relikui yang lain terdapat jaminan keotentikan dari relikui tersebut, karena kesaksian dari orang-orang terdekat dari Santa/ santo tersebut (misal karena umumnya mereka hidup di biara yang sama, kesaksian kepala biara, dst), dan juga karena sudah terbukti melalui banyaknya mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah melalui penghormatan terhadap relikui tersebut, seperti halnya di Alkitab, bahwa saputangan dan kain-kain yang pernah dipakai oleh Rasul Paulus dapat menyembuhkan orang-orang sakit (lih. Kis 19:12). Perlu diketahui juga kebanyakan relikui tidak ada yang ’setua’ kain kafan Turin, sehingga melacak keotentikan-nya relatif lebih mudah.
      Sedangkan untuk kain kafan Turin memang mungkin memerlukan penelitian lebih seksama, dan Gereja Katolik sangat berhati-hati dalam hal ini. Mari kita menghargai keputusan ini, dan justru malah kita dapat mengetahui bahwa Gereja tidak ‘main-main’ dengan hal macam ini. Jika sampai suatu saat nanti dikeluarkan pernyataan dari pihak otoritas Gereja, maka kita dapat mengetahui bahwa hal itu sudah melalui proses pembuktian yang layak dan bersifat obyektif.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
  6. 5
    fxe says:
    Untuk kondisi penyaliban;
    kita bisa mengambil referensi studi Shroud of Turin,
    dimana telah terbukti sebagai pembungkus jenasah korban penyaliban di abad pertama.
    disitu kalau tidak salah dibahas posisi kaki dan juga posisi pakunya, juga posisi tangan,
    tinggi rentang tangan thd kepala , dsb dsb.
    walaupun hasil studi ini tidak menjadi standar resmi…
    • 5.1
      Shalom Fxe,
      Studi Shroud of Turin memang menjelaskan banyak hal tentang kemungkinan penyaliban Yesus, namun dari sumber yang saya ketahui, yang dibicarakan secara detail adalah posisi paku di tangan, namun posisi kaki tidak disebutkan secara mendetail. Mengenai cara pemakuan di tangan memang terjadi dua kemungkinan yaitu baik di pergelangan tangan (paku menenbus lurus) atau di bagian atas telapak tangan atas dengan paku diagonal tembus ke pergelangan tangan, seperti yang dikatakan oleh sorang ahli forensik bernama Dr. Fred Zugibe. Perkiraan gambarnya pernah kami tampilkan di sini, silakan klik.
      Namun mengenai paku yang di kaki dan posisi penyaliban di kaki tidak disebutkan secara mendetail.
      Studi Shroud of Turin memang sangat menarik, dan meskipun tidak menjadi standar resmi, sebenarnya secara obyektif kita dapat melihat bahwa terdapat banyak fakta ajaib yang tak dapat dijelaskan secara empiris dan juga pada saat bersamaan terdapat fakta-fakta empiris yang sangat cocok dengan kondisi abad pertama di Yerusalem, tempat asal dari kain kafan tersebut. Suatu saat mungkin kami dapat mengulasnya di situs ini.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
  7. 4
    Shalom Ibu Inggrid…
    Mengenai Salib Yesus, kalau saya perhatikan di setiap Salib yang ada di toko-toko, di gereja atau di rumah-rumah umat katolik, saya melihat ada perbedaan mengenai posisi kaki Yesus saat dipaku di kayu Salib (corpus), Kaki Yesus yang sebelah kanan atau kiri posisinya di atas?, maksudnya saat Yesus di paku dan di salib apakah kaki kiri (punggung kaki) di bawah atau kaki kanan yang ada di bawah ?
    Lalu sebelah mana arah posisi kepala Yesus saat menghembuskan nafas terakhir, apakah tertunduk di sebelah kiri, di sebelah kanan, atau tertunduk ke depan bawah ?
    Apakah tidak ada standarisasi dari Vatikan mengenai pembuatan Corpus tersebut ? sepertinya sederhana dan tidak ada yg memperhatikan, tetapi bagi saya penting karena saya ingin benar2 tahu keadaan dan kondisi Yesus saat di salibkan & wafat saat itu.
    Sampai saat ini saya belum menemukan jawaban yang memuaskan.
    Terima Kasih
    Samuel R.S
    (just call me Sam)
    • 4.1
      Shalom Sam,
      Kalau seandainya pada jaman Yesus sudah ada teknologi kamera, pasti pertanyaan anda dapat terjawab dengan lebih memuaskan. Namun sayangnya, tidak ada teknologi kamera pada waktu itu dan juga tidak ada yang mengabadikan gambar kondisi terakhir yang dialami oleh Tuhan Yesus Penyelamat kita. Sehingga memang, terus terang agak sulit untuk memastikan jawaban dari pertanyaan anda. Yang ada sekarang hanyalah hipotesa dari para ahli kitab suci, sejarah, anthropologis dan forensik, yang mengadakan penelitian berabad sesudah peristiwa penyaliban Yesus, dengan misalnya, melihat bukti- bukti sejarah yang mereka dapatkan dari kasus penyaliban serupa. Maka mereka memberikan teori hipotesa misalnya, bagaimana Tuhan Yesus disalibkan, di bagian tangan dan kaki-Nya, dan itupun sampai sekarang, kita melihat hipotesa yang berbeda- beda, misalnya apakah kedua kaki dipaku (seperti tradisi sebelum abad pertengahan), atau kaki satu yang lain menumpuk di kaki yang lain dan dipaku bersama (seperti tradisi/ karya seni abad ke 13 dan sesudahnya). Silakan anda membaca di link ini, silakan klik. Dalam hal ini kelihatannya memang kita tidak bisa secara persis mengetahui kebenarannya, dan saya mohon maaf karena tidak dapat menjawab pertanyaan anda.
      Setahu saya memang Vatikan tidak menetapkan standarisasi tentang crucifix (salib yang ada Corpus Christi/ Tubuh Kristus-nya ini). Bagi saya, dan semoga juga berlaku bagi anda: crucifix yang terbaik adalah crucifix yang dapat membantu anda berdoa dan meresapkan misteri kasih Allah yang terkandung di dalamnya. Yaitu bahwa Yesus Sang Allah Putera, telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita semua, demi menebus dosa-dosa kita.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
      • 4.1.1
        Shalom Ingrid….
        Thanks atas responnya walaupun belum memuaskan hehehe, link yg di dapat agak susah dimengerti krn pake bahasa inggris. Saya kira dari pihak Vatikan bisa mencari pembuktian yg akurat dan menetapkan suatu standarisasi yg pas mengenai posisi Corpus Christus yg benar supaya tidak ada perbedaan2. Walaupun memang intinya bagi saya tetap dapat meresapi misteri kasih Allah, baik dalam wujud Salib Kristus dan Sakramen Ekaristi yg setiap hari saya terima dalam Misa Harian & Hari Minggu.
        Terima kasih atas usaha anda menjawab pertanyaan saya.
        Thanks & GBU…
        Sam,
    • 4.2
      Dominic.K says:
      shalom ……… sdr samuel jika anda ingin lebih banayk mengetahui perjalanan sengsara Kristus, anda bisa membaca dari wahyu pribadi yg diterima oleh Anna Katharina Emmerick, seorng biarawan Agustinian di Agnetenberg, Dülmen . klik ——) http://www.indocell.net/yesaya/pustaka3/id32.htm dan silahkan anda pilih bagian Bab XXXVIII . Dan menurut berita” film Passion of Christ ” yg di sutradarai oleh mel gibson adalah inspirasi dari buku Anna Katharina Emmerick.thank
      Buat katolisitas.org , terima kasih atas kesetiannnya sampai saat ini dalam membantu dan menguatkan iman kepercayaan kami dalam ajaran gereja katolik yg kudus.Tuhan memberkati team katolisitas,
      thanks Dominic.K
      • 4.2.1
        Syalom Sdr. Dominic…
        Terima kasih atas link yang diberikan. Saya sudah mengetahui cukup jelas Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus, saat saya mengikuti seminar Kain Kafan dan mengamati foto2 Kisah Sengsara Tuhan Yesus, dan saya sudah menulis untuk Warta Regina Caeli, silakan bisa lihat2 di http://www.reginacaeli.org/index.php?option=com_content&task=view&id=1585&Itemid=226 atau klik http://www.reginacaeli.org pilih Warta RC dan cari tahun ke IV lalu cari edisi 5/IV
        Berikut tulisan saya yg termuat di Warta RC :
        Seminar Misteri Kain Kafan Yesus
        Pameran dan Seminar Kain Kafan
        Seksi Katakese Paroki Regina Caeli menggelar acara Pameran & Seminar Kain Kafan dan Kisah Sengsara Yesus Kristus pada tgl 16 – 18 April lalu. Pameran diadakan hari Jumat – Minggu, pk. 09.00 – 12.00 dan pk. 16.00 – 20.00; sedangkan Seminar diadakan hari Sabtu, pk. 16.00 – 20.00.
        Pameran Foto-foto Kain Kafan
        Bertempat di Gedung Karya Pastoral, yang masih dalam tahap penyelesaian, pameran foto-foto kain kafan menggelar 32 poster, sebuah saliba besar, dan replika kain kafan ukuran 4.36 x 1.10 meter. Konggregasi Pasionis yang dipimpin oleh Pastor Gabrielle Antonelli, CP menerjunkan lima anggota timnya untuk memandu pengunjung pameran guna memahami setiap poster yang dipamerkan. Untuk menjelaskan ke-32 poster dibutuhkan waktu antara 60-90 menit. Ibu Joice, salah satu pemandu mengatakan bahwa memang waktu untuk menjelaskan cukup lama dan cukup membuat lelah pengunjung, namun pengunjung yang mengikuti penjelasan dengan khidmat akan mendapatkan pengetahuan yang benar mengenai Kisah Sengsara Yesus Kristus dan semakin menumbuhkan cinta kepada-Nya. Pameran Kain Kafan Yesus (KKY) ini dikunjungi oleh 800 – 1000 orang, dan banyak umat yang menyempatkan berdoa di dekat replika kain kafan dan kayu salib besar.
        Sejarah Kain Kafan Yesus
        Seminar KKY ini yang dibawakan oleh Pastor Gabrielle Antonelli, CP ini dibagi dalam 3 sesi, yaitu (1).Sejarah Kain Kafan, (2) Kain Kafan & SengsaraYesus, dan (3) Pemahaman & Makna Sengsara Yesus.
        Dalam sesi Sejarah Kain Kafan, penjelasan berawal dari peristiwa wafat Yesus, yaitu pada hari Jumat tanggal 7 April th 30. Kain kafan disembunyikan karena menurut adat Yahudi, barang dari kubur adalah najis. Demi keamanan, murid-murid Yesus dan orang-orang kristen melarikan diri (diaspora). Sementara itu, kain kafan pun ikut menempuh perjalanan dari Yerusalem ke Edessa, Konstantinopel, Athena, Lirey, Chamberry, Torino. Sampai sekarang kain kafan ini ada di Gereja Katedral Torino (Turin). Pada 2 Mei 2010 mendatang, rencananya Paus Benediktus XVI akan menghadiri Pameran Kain Kafan di Katedral Turin tersebut.
        Pembuktian keaslian kain kafan itu didukung oleh teori 3 dimensi melalui Vapografi. Karena jenasah tidak dimandikan dan hanya ada mur dan rempah-rempah, hal ini mengakibatkan ‘kuningisasi’ pada kain kafan, yang kemudian menimbulkan sebuah lukisan wajah pada kain kafan itu. Pada lukisan itu tidak ada warna pigmen, tidak ada arah kuas, tetapi ada noda darah. Yesus benar bangkit dibuktikan dengan tidak terdapat tanda pembusukan jasad. Durasi 36-40 jam terbungkus, terjadi gambar karena pancaran cahaya, tidak ada pergeseran tubuh dalam kain kafan, tubuh seperti keluar dari kain kafan. Rasul Yohanes “melihat dan percaya“ Yesus bangkit karena makam kosong, posisi kain kafan yang tidak berubah, hilangnya rempah-rempah dan hilangnya tubuh Yesus.
        Kain Kafan & Sengsara Yesus
        Penderitaan Yesus saat berdoa di taman Getsemani nampak dengan mengalirnya peluh darah. Hal ini menunjukkan depresi berat yang dialami Yesus. Derita itu dimulai dengan penghianatan Yudas, penyangkalan Petrus dan murid-murid yang bersembunyi karena ketakutan, penderitaan penghinaan, fitnah nan keji dari para Imam dan ahli Taurat, diludahi, dipukul, diejek. Lalu penderitaan berlanjut dengan penderaan fisik yang sangat menyakitkan, cambukan memakai alat cambuk flagellum accilatum bermata 6, sebuah cambuk tajam yang mencabik-cabik punggung dan badan Yesus sebanyak 121 kali cambukan atau 726 luka yang merobek tubuh Yesus. Darah membanjiri tubuh Yesus. Penderitaan berlanjut saat dipasang mahkota dari duri Spina Christi yang tajam dan getahnya beracun. Mahkota itu bentuknya besar bukan berupa simpul ikatan tapi kepalaYesus dibrongsong dengan gumpalan duri sehingga melukai kepala Yesus. Getah dari duri yang patah membuat luka menjadi perih dan gatal. Lalu Yesus melanjutkan penderitaan memanggul patibulum, palang salib dengan berat 50-60 kg. Kedua tangan diikat pada patibulum. Ikatan di tangan kanan disambung dengan ikatan pada kaki salah seorang penyamun yang ikut disalibkan, lalu ikatan tangan kiri disambung dengan ikatan pada kaki kiri sehingga sangat menyulitkan Yesus dalam memanggul. Akibatnya Yesus jatuh beberapa kali selama perjalanan menuju bukit Golgota yang berjarak 500 m dari Istana Pilatus. Bukit Golgota hanyalah sebuah gundukan luas setinggi 2 meter. Simon dari Kirena hanya membantu mengangkat tubuh Yesus yang jatuh berulangkali dan membuat luka pada lutut, dada dan wajahnya. Saat di bukit golgota, paku menembus pergelangan tangannya (bukan telapak tangan), lalu kaki kiri ditumpuk di atas kaki kanan dan dipaku 16 cm. Setelah itu badan Yesus bersama patibulum ditarik naik ke tiang kayu vertikal dan membentuk sebuah salib. Penderitaan selama 3 jam di salib tentu membuat sekujur tubuh Yesus merasakan kesakitan yang luar biasa dahsyatnya. Begitu menderitanya, pada saat Yesus menghembuskan nafas terakhir jantung-Nya pecah, sehingga ketika tentara menusuk lambung Yesus, darah dan air langsung muncrat. diperkirakan
        Pemahaman dan Makna Sengsara Yesus
        Konggregasi Pasionis (CP) didirikan oleh Santo Paulus Danei yang biasa disebut Paulus dari Salib. Pasionis berarti pengorbanan untuk yang kita cintai. Spiritualitas pasionis merenungkan, meresapi, menghayati, mewartakan Sengsara Yesus sebagai karya paling agung Kasih Allah. Inilah memoria menghadirkan sengsara itu dalam kehidupan kita, karya kita, yang rela dijiwai oleh semangat Kristus dalam sengsara-Nya. Memoria itu bukan cuma suatu kenangan tetapi suatu partisipasi ambil bagian dalam sengsara Kristus, yaitu partisipasi silih atau solidaritas dengan orang berdosa sebagai pemurnian yang mengubah, sebagai kontemplasi, sebagai kerasulan yang membahagiakan. Menghayati sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus tidak cukup hanya menjalani 14 perhentian Ibadat Jalan Salib, karena Yesus Kristus mengalami 4 tingkat penderitaan, yaitu (1) Sengsara Sakramental, (2) Sengsara Rohani/Spiritual, (3) Sengsara Fisik, (4)Sengsara Aktual. Saat ini Yesus Kristus masih mengalami sengsara aktual sepanjang masa sampai akhir jaman di mana Gereja-Nya yang dikejar-kejar. Yesus Kristus selalu hadir pada diri orang-orang sakit, menderita dan mengalami ketidakadilan.
        Apa arti Sengsara Yesus Kristus bagi diri kita ? Mampukah kita menyangkal diri, memikul salib-Nya dan mengikuti Yesus Kristus. Sanggupkah kita mengatakan “Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku” (Ibr 10:7).
        Umat yang datang baik ke pameran maupun seminar mendapatkan informasi dan pengetahuan baru terutama mengenai Kisah Sengsara Yesus secara lebih detail, juga info mengenai kain kafan yang masih dalam proses pembuktian dari berbagai disiplin ilmu yang melibatkan para ahli di seluruh dunia. Namun dari pembuktian terbalik berdasarkan Kitab Suci dan bukti-bukti dari para ahli, diyakini secara Pengetahuan & Iman, bahwa kain kafan tersebut memang kain yang membungkus jenazah Yesus Kristus. Dari pengetahuan dan iman itulah umat diajak untuk semakin mencintai Yesus Kristus yang NYATA ADA dan telah menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Menutup seminar Romo Gabriel memberikan pertanyaan “Apa arti Sengsara Yesus bagi anda ?” (Samuel Rismana S)
        Bagi yg ingin mendapatkan foto2 pameran tersebut, silakan menghubungi saya, nanti akan saya kirim.
        Trims…God Bless Us All…
        Samuel Rismana S
  8. 3
    feny says:
    Saya ada pertanyaan sehubungan dengan salib Yesus dari Bp.Simon.
    Apakah benar paku yang di gunakan menyalib Yesus terbuat dari kayu yang panjang dan ujungnya tajam?
    Panjang kayu sekitar 25 cm dan ujungnya yg tumpul bulat berdiameter sekitar 2 cm?
    Maaf sebelumnya, karena saya pernah berdoa ( doa 15 bapa kami-St.Brigita) dan di karunai pengelihatan Yesus di salib tsb.
    Terima kasih.
    Tuhan memberkati
    • 3.1
      Shalom Feny,
      Menurut catatan sejarah yang diketahui dari tulisan St. Ambrosius (340-397), diketahui bahwa paku-paku salib Yesus dibawa oleh St. Helena (330), ibu dari Kaisar Konstantin, yang menemukan salib Yesus di Holy Land. Oleh St. Helena, stu dari paku itu diubah/ dijadikan kekang kuda bagi kuda Kaisar Konstantin, dan satu lagi dipatrikan di mahkota kerajaan. Gregorius de Tours menyebutkan satu paku juga dicelupkan ke laut Adriatik untuk meredakan badai…. seperti yang disebutkan di sumber ini, silakan klik
      Maka dari data itu saya rasa, paku itu tidak terbuat dari kayu, tetapi dari besi, sebab jika dari kayu tentu tidak bisa ditempa menjadi kekang kuda, atau menjadi bagian dari mahkota kerajaan.
      Sedangkan untuk cara pemakuan Yesus, mungkin anda dapat melihat di jawaban ini, silakan klik.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
  9. 2
    DV says:
    kt temen saya, serpihan salib Yesus ada digereja saya..krn gereja saya memakai nama SALIB SUCI…..
    kaget dan senang jg pas tau ini..
  10. 1
    Simon says:
    Shalom Pak Stef & Bu Ingrid,
    Saya punya satu pertanyaan (yang agak melenceng) mengenai SALIB (kayu) yang di pikul oleh Yesus sampai pada ajalnya itu, apakah ada catatan atau tulisan dimana SALIB (kayu) itu berada? Apakah ada disimpan atau sudah hancur/lapuk?
    Maaf sekali lagi, dan thanks. GBU, Simon
    [Dari Admin Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Nopember 2010. Belajar Kristology & Perbandingan Agama - All Rights Reserved
Template Created by M Imron Pribadi Published by Makrifat Business Online - Offline
Proudly powered by imronpribadi